Friday, June 12, 2009

Transaksi Pembayaran dengan Paypal

1 comments


Alhamdulillah, walaupun Nadirahouse masih berbahasa Indonesia, tapi kami sudah mendapatkan beberapa customer dari Inggris dan Prancis, dan atas saran mereka juga saya membuat account di Paypal, supaya lebih memudahkan mereka dalam melakukan pembayaran.

Disini saya akan sharing bagaimana caranya menerima pembayaran melalui paypal ini. Pertama buat account di paypal, pilihlah type Premier, kemudian isi data lengkap. Perlu diperhatikan nama lengkap harus sesuai dengan nama kita di bank lokal.

Account yang sudah dibuat, belum bisa digunakan jika kita belum mengisi data kartu kredit. Isilah data yang diminta, selanjutnya paypal akan mengirim 4 angka kode melalui statement bulanan kartu kredit kita. Angka tersebut diisi ke form yang sudah disediakan untuk konfirmasi. Jika 4 angka ini sudah kita masukkan, dan status account kita sudah verified , berarti account kita sudah bisa digunakan.

Untuk menerima pembayaran melalui paypal, cukup memberikan alamat email kita yang terdaftar di paypal. Perlu diperhatikan, ada fee yang timbul dalam proses pembayaran tsb, dan customer bisa memilih apakah fee tsb dibebankan ke penerima atau pengirim.

Pengalaman saya kemarin, ketika menerima pembayaran, fee dibebankan ke penerima dan ternyata jika dirupiahkan cukup besar juga lho..hehehe....Maka sebaiknya perlu diberitahukan ke customer kita, bahwa fee ini ditanggung mereka (harusnya sih emang gitu ya...), tapi jika tidak, bisa juga fee tsb dimasukkan ke dalam total pembayaran yang harus mereka bayar.

Nah, setelah pembayaran diterima di rekening paypal, kita bisa langsung mengirimkannya ke rekening bank lokal kita (withdraw). Sekali lagi, nama di rekening paypal harus sama dengan di rekening bank, jika tidak withdrawnya bisa gagal dan kita terkena fee lagi50rb...hehe..

Mudah kan....selamat mencoba dan menikmati dollar ya...

Saturday, April 18, 2009

Mulailah Dari Yang Kita Kuasai

1 comments

Saya punya seorang teman yang sangat tertarik untuk berbisnis online, karena melihat perkembangan bisnis kami yang dijalankan dari rumah. Teman saya sering bertanya-tanya,

Cara membentuk pasar gimana ya ?
Cara meningkatkan page ranking gimana ya ?
Cara meningkatkan traffic pengunjung gimana ya ?
Ekspedisi pengirimannya dimana ?
Dulu waktu nyari suppliernya gimana ?
Iklaninnya dimana ya ?

Setelah saya jelaskan..teman saya bilang, "Aduh, susah juga ya...". Jreng...lha belum ngapa-ngapain koq udah mengeluh susah sih...

Jujur dulu waktu memulai Nadirahouse, saya tidak pernah memikirkan pertanyaan2 diatas. Saya nyari informasi dari blog teman2 TDA, lalu pergi sendiri, terus sampe sana bengong..hahaha..Waktu itu ketemu pertama kali ketemu dengan Bu Doris, tanya2 ini itu..akhirnya saya beli barang sebagai modal awal.

Sampai dirumah, beli domain, karena belum sempat bikin website, saya arahkan saja ke blogspot, dan baru Januari 2009 website resminya jadi :), padahal Nadirahouse udah jalan 1,5 tahun.

Menurut saya, kalau mau mulai bisnis online, jangan terlalu fokus pada hal-hal yang teknis. Mulailah dari apa yang anda bisa dan kuasai, seiring dengan berjalannya waktu, yang belum diketahui bisa dipelajari, karena diinternet banyak sumber ilmu....Kalau bingung tanyakan saja sama Mr. Google.

Tingkatkan IQ Financial Anda

0 comments

Apakah uang membuat kita kaya ?? Tidak. Banyak orang yang berangkat kerja setiap hari, bekerja untuk menghasilkan uang, tetapi tidak menjadi makin kaya. Ada yang makin terjerat dengan utang dari setiap uang yang dihasilkannya. Bahkan investasi di bisnis, emas maupun properti belum tentu membuat kita semakin kaya.

Setelah saya membaca seri buku Kiyosaki ini, ada lima IQ keuangan dasar, yaitu :
1. Menghasilkan banyak uang.
2. Melindungi uang anda.
3. Menganggarkan uang anda.
4. Mengenakan leverage atas uang anda.
5. Meningkatkan informasi keuangan Anda.

Pada dasarnya bukan properti, saham , reksadana, bisnis atau uang yang membuat orang kaya. Informasi, pengetahuan, kebijaksanaan, dan keterampilan mengelola keuangan yang membuat orang makmur.

Friday, January 9, 2009

Saya Merasa Kaya Walaupun Tidak Memiliki Apa-apa

0 comments

Beberapa hari yang lalu saya menonton wawancara Farhan dan Bob Sadino di TV. Saya tertarik dengan salah satu pernyataan om Bob : "Saya merasa kaya walaupun saya tidak memiliki apa-apa".
Farhan bertanya "Maksudnya apa om Bob?".
Lalu om Bob balik nanya "Gini Farhan, anda mau ndak, saya kasih uang 10 M, tapi jari tangan anda dipotong?".
"Wah gak mau dong om" jawab Farhan.
"Nah itu artinya anda punya kekayaan 10 M di jari tangan itu, buktinya tadi saya mau tukar jari tangan anda dengan uang 10 M, anda gak mau. Filosofinya apa yang ada dalam diri anda, adalah kekayaan yang tidak ternilai harganya, yang harus selalu disyukuri. Bersyukur dengan cara berfikir, bekerja dan berusaha meningkatkan kualitas hidup serta bermanfaat buat orang banyak".

Thursday, December 4, 2008

Memulai Bisnis Dari Hobi

0 comments

Banyak orang yang pengen bisnis, tapi bingung mau bisnis apa ?? Padahal ada cara yang paling mudah yaitu mulai dari hobi. Mulailah dari hobi yang kita tekuni selama ini. Saya dan istri senang main internet, terkadang habis waktu berjam-jam untuk browsing2, maka saya mulai saja dengan bisnis online. (Nadirahouse.com). Yang senang memelihara ikan, bisa mulai dengan bisnis ikan, saya baca di Peluang Usaha terbaru, bisnis ikan nila bisa mencapai omset 420 jt per bulan..wow..
Yang senang main game, bisa membuat game center. Malah saya pernah baca di sebuah milis, ada yang membuat game center, lalu dia menggaji orang untuk bermain game karakter. Setelah jagoannya punya skill level yang tinggi, kemudian dijual lagi dengan harga yang cukup tinggi. Nah, buat yang masih bingung mau bisnis apa ?? Mulai saja dari hobi anda...semoga berhasil...

Saturday, August 30, 2008

Disiplin 1234

0 comments

Konsep ini saya baca dari buku Kaya Finansial, Kaya Mental, Kaya Spiritual karya Rizky Mahendra, yang bisa digunakan sebagai formula dalam mengatur keuangan keluarga. Apa itu D1234 ?
10% untuk sedekah, sebagai wujud rasa syukur kita atas limpahan nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
20% untuk investasi, untuk masa depan keuangan kita. Bisa di bisnis, real estate, kekayaan intelektual atau sarana investasi lainnya yang hasilnya lebih tinggi dari inflasi.
30% untuk konsumsi otak dan hati (beli buku, seminar, ibadah, dll)
40% untuk biaya hidup keluarga, termasuk biaya sandang, pangan, papan, transportasi dll.

Konsep ini bisa kita gunakan untuk mengerem kebiasaan bahwa pengeluaran selalu mengikuti naiknya pendapatan.

Jadi
Pendapatan - 10% - 20% - 30% = 40% -> yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Bagaimana jika pendapatan saya kecil ?? Ya, disesuaikanlah dengan kemampuan financial kita.
Bisa Pendapatan - 10% - 20% = 70% atau Pendapatan - 10% = 90%. Sambil perlahan-lahan komposisinya diubah sehingga memenuhi konsep D1234.

Jadi 10% adalah Pay Your Soul First. 20% adalah Pay Your Self First.

Untuk lebih lengkapnya beli saja bukunya di Gramedia ya..

Friday, August 29, 2008

Saya memilih berwirausaha

1 comments

Alhamdulillah sejak 15 Agustus lalu, akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkan zona nyaman saya di kantor. Saya telah bertekad untuk sepenuhnya fokus mengembangkan bisnis yang telah saya rintis bersama istri, Nadirahouse.Com.
Bagi saya saat ini, tidak ada pilihan lain lagi, saya harus tetap maju dan berhasil. Masih banyak yang perlu dikerjakan dan dibenahi untuk mewujudkan impian saya....

Dulu saya sering berimajinasi memiliki sebuah holding company yang memiliki beberapa anak perusahaan dibidangnya masing-masing. Saat ini saya sedang mewujudkannya dengan membangun toko online, dan nantinya akan diikuti beberapa bisnis online berikutnya.

Wednesday, June 4, 2008

Belajar dari Elang Gumilang: Mahasiswa beromzet 17 Milyar

1 comments

Pertama kali saya membaca profilnya di majalah Pengusaha yang berjudul "Kepak Elang Memburu Intan". Yang membuat saya kagum, statusnya yang masih mahasiswa berusia 22 tahun, dan sudah memiliki perusahaan beromzet miliaran rupiah.

Alhamdulillah, dalam satu seminar entrepreneurship, Jumat sore kemarin saya bisa bertemu langsung dengan dia. Sosoknya yang ramah dan rendah hati, serta gaya berbicara menunjukkan prinsip hidup yang dipegangnya.



Bagaimana kiprahnya dalam menjalankan bisnisnya ?? Saya cari di internet, akhirnya dapat artikel mengenai profil Elang. Saya sharing disini saja ya...






Elang Gumilang, Mahasiswa Bangun Perumahan untuk Orang Miskin Demi Keseimbangan Hidup

Selama ini banyak developer yang membangun perumahan namun hanya bisa dijangkau oleh kalangan menengah ke atas saja. Jarang sekali developer yang membangun perumahan yang memang dikhususkan bagi orang-orang kecil. Elang Gumilang (22), seorang mahasiswa yang memiliki jiwa wirausaha tinggi ternyata memiliki kepedulian tinggi terhadap kaum kecil yang tidak memiliki rumah. Meski bermodal pas-pasan, ia berani membangun perumahan khusus untuk orang miskin. Apa yang mendasarinya?

Jumat sore (28/12), suasana Institut Pertanian bogor (IPB), terlihat lengang. Tidak ada geliat aktivitas proses belajar mengajar. Maklum hari itu, hari tenang mahasiswa untuk ujian akhir semester (UAS). Saat Realita melangkahkah kaki ke gedung Rektorat, terlihat sosok pemuda berperawakan kecil dari kejauhan langsung menyambut kedatangan Realita. Dialah Elang Gumilang (22), seorang wirausaha muda yang peduli dengan kaum miskin. Sambil duduk di samping gedung Rektorat, pemuda yang kerap disapa Elang ini, langsung mengajak Realita ke perumahannya yang tak jauh dari kampus IPB. Untuk sampai ke perumahan tersebut hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan menggunakan kendaraan roda empat. Kami berhenti saat melewati deretan rumah bercat kuning tipe 22/60. Rupanya bangunan yang berdiri di atas lahan 60 meter persegi itu adalah perumahan yang didirikannya yang diperuntukan khusus bagi orang-orang miskin. Setelah puas mengitari perumahan, Elang mengajak Realita untuk melanjutkan obrolan di kantornya.

Elang sendiri merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan H. Enceh (55) dan Hj. Prianti (45). Elang terlahir dari keluarga yang lumayan berada, yaitu ayahnya berprofesi sebagai kontraktor, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa. Sejak kecil orang tuanya sudah mengajarkan bahwa segala sesuatu diperoleh tidak dengan gratis. Orang tuanya juga meyakinkan bahwa rezeki itu bukan berasal dari mereka tapi dari Allah SWT.

Ketika duduk di bangku Sekolah Dasar Pengadilan 4, Bogor, Elang sudah mengikuti berbagai perlombaan dan bahkan ia pernah mengalahkan anak SMP saat lomba cerdas cermat. Karena kepintarannya itu, Elang pun menjadi anak kesayangan guru-gurunya.

Begitu pula ketika masuk SMP I Bogor, SMP terfavorit di kabupaten Bogor, Elang selalu mendapatkan rangking. Pria kelahiran Bogor, 6 April 1985 ini mengaku kesuksesan yang ia raih saat ini bukanlah sesuatu yang instan. “Butuh proses dan kesabaran untuk mendapatkan semua ini, tidak ada sesuatu yang bisa dicapai secara instan,” tegasnya. Jiwa wirausaha Elang sendiri mulai terasah saat ia duduk di bangku kelas 3 SMA I Bogor, Jawa Barat. Dalam hati, Elang bertekad setelah lulus SMA nanti ia harus bisa membiayai kuliahnya sendiri tanpa menggantungkan biaya kuliah dari orang tuanya. Ia pun mempunyai target setelah lulus SMA harus mendapatkan uang Rp 10 juta untuk modal kuliahnya kelak.

Berjualan Donat. Akhirnya, tanpa sepengetahuan orang tuanya, Elang mulai berbisnis kecil-kecilan dengan cara berjualan donat keliling. Setiap hari ia mengambil 10 boks donat masing-masing berisi 12 buah dari pabrik donat untuk kemudian dijajakan ke Sekolah Dasar di Bogor. Ternyata lumayan juga. Dari hasil jualannya ini, setiap hari Elang bisa meraup keuntungan Rp 50 ribu. Setelah berjalan beberapa bulan, rupanya kegiatan sembunyi-sembunyinya ini tercium juga oleh orang tuanya. “Karena sudah dekat UAN (Ujian Akhir Nasional), orang tua menyuruh saya untuk berhenti berjualan donat. Mereka khawatir kalau kegiatan saya ini mengganggu ujian akhir,” jelas pria pemenang lomba bahasa sunda tahun 2000 se-kabupaten Bogor ini.

Dilarang berjualan donat, Elang justru tertantang untuk mencari uang dengan cara lain yang tidak mengganggu sekolahnya. Pada tahun 2003 ketika Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB mengadakan lomba Java Economic Competion se-Jawa, Elang mengikutinya dan berhasil menjuarainya. Begitu pula saat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan kompetisi Ekonomi, Elang juga berhasil menjadi juara ke-tiga. Hadiah uang yang diperoleh dari setiap perlombaan, ia kumpulkan untuk kemudian digunakan sebagai modal kuliah.

Setelah lulus SMU, Elang melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi IPB (Institut Pertanian Bogor). Elang sendiri masuk IPB tanpa melalui tes SPMB (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru, red) sebagaimana calon mahasiswa yang akan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri. Ini dikarenakan Elang pernah menjuarai kompetisi ekonomi yang diadakan oleh IPB sehingga bisa masuk tanpa tes. Saat awal-awal masuk kuliah, Elang mendapat musibah yang menyebabkan uang Rp 10 jutanya tinggal Rp 1 juta. Namun Elang enggan memberitahu apa musibah yang dialaminya tersebut.

Padahal uang itu rencananya akan digunakan sebagai modal usaha. Meski hanya bermodal Rp 1 juta, Elang tidak patah semangat untuk memulai usaha. Uang Rp 1 juta itu ia belanjakan sepatu lalu ia jual di Asrama Mahasiswa IPB. Lewat usaha ini, dalam satu bulan Elang bisa mengantongi uang Rp 3 jutaan. Tapi setelah berjalan beberapa tahun, orang yang menyuplai sepatunya entah kenapa mulai menguranginya dengan cara menurunkan kualitas sepatunya. Satu per satu pelanggannya pun tidak mau lagi membeli sepatu Elang. Sejak itu, Elang memutuskan untuk tidak lagi berjualan sepatu.

Setelah tidak lagi berbisnis sepatu, Elang kebingungan mencari bisnis apalagi. Pada awalnya, dengan sisa modal uang bisnis sepatu, rencanaya ia akan gunakan untuk bisnis ayam potong. Tapi, ketika akan terjun ke bisnis ayam potong, Elang justru melihat peluang bisnis pengadaan lampu di kampusnya. “Peluang bisnis lampu ini berawal ketika saya melihat banyak lampu di IPB yang redup. Saya fikir ini adalah peluang bisnis yang menggiurkan,” paparnya. Karena tidak punya modal banyak, Elang menggunakan strategi Ario Winarsis, yaitu bisnis tanpa menggunakan modal. Ario Winarsis sendiri awalnya adalah seorang pemuda miskin dari Amerika Latin, Ario Winarsis mengetahui ada seorang pengusaha tembakau yang kaya raya di Amerika. Setiap hari, ketika pengusaha itu keluar rumah, Ario Winarsis selalu melambaikan tangan ke pengusaha itu. Pada awalnya pengusaha itu tidak memperdulikannya. Tapi karena Ario selalu melambaikan tangan setiap hari, pengusaha tembakau itu menemuinya dan mengatakan, “Hai pemuda, kenapa kamu selalu melambaikan tangan setiap saya ke luar rumah?” Pemuda miskin itu lalu menjawab, “Saya punya tembakau kualitas bagus. Bapak tidak usah membayar dulu, yang penting saya dapat PO dulu dari Bapak.” Setelah mendengar jawaban dari pemuda itu, pengusaha kaya itu lalu membuatkan tanda tangan dan stempel kepada pemuda tersebut. Dengan modal stempel dan tanda tangan dari pengusaha Amerika itu, pemuda tersebut pulang dan mengumpulkan hasil tembakau di kampungnya untuk di jual ke Amerika lewat si pengusaha kaya raya itu. Maka, jadilah pemuda itu orang kaya raya tanpa modal.

Begitupula Elang, dengan modal surat dari kampus, ia melobi ke perusahaan lampu Philips pusat untuk menyetok lampu di kampusnya. “Alhamdulillah proposal saya gol, dan setiap penjualan saya mendapat keuntungan Rp 15 juta,” ucapnya bangga.

Tapi, karena bisnis lampu ini musiman dan perputaran uangnya lambat, Elang mulai berfikir untuk mencari bisnis yang lain. Setelah melihat celah di bisnis minyak goreng, Elang mulai menekuni jualan minyak goreng ke warung-warung. Setiap pagi sebelum berangkat kuliah, ia harus membersihkan puluhan jerigen, kemudian diisi minyak goreng curah, dan dikirim ke warung-warung Pasar Anyar, serta Cimanggu, Bogor. Setelah selesai mengirim minyak goreng, ia kembali ke kampus untuk kuliah. Sepulang kuliah, Elang kembali mengambil jerigen-jerigen di warung untuk diisi kembali keesokan harinya. Tapi, karena bisnis minyak ini 80 persen menggunakan otot, sehingga mengganggu kuliahnya. Elang pun memutuskan untuk berhenti berjualan. “Saya sering ketiduran di kelas karena kecapain,” kisahnya.

Elang mengaku selama ini ia berbisnis lebih banyak menggunakan otot dari pada otak. Elang berkonsultasi ke beberapa para pengusaha dan dosennya untuk minta wejangan. Dari hasil konsultasi, Elang mendapat pencerahan bahwa berbisnis tidak harus selalu memakai otot, dan banyak peluang-peluang bisnis yang tidak menggunakan otot.

Setelah mendapat berbagai masukan, Elang mulai merintis bisnis Lembaga Bahasa Inggris di kampusnya. “Bisnis bahasa Inggris ini sangat prospektif apalagi di kampus, karena ke depan dunia semakin global dan mau tidak mau kita dituntut untuk bisa bahasa Inggris,” jelasnya. Adapun modalnya, ia patungan bersama kawan-kawannya. Sebenarnya ia bisa membiayai usaha itu sendiri, tapi karena pegalaman saat jualan minyak, ia memutuskan untuk mengajak teman-temannya. Karena lembaga kursusnyanya ditangani secara profesional dengan tenaga pengajar dari lulusan luar negeri, pihak Fakultas Ekonomi mempercayakan lembaganya itu menjadi mitra.

Karena dalam bisnis lembaga bahasa Inggris Elang tidak terlibat langsung dan hanya mengawasi saja, ia manfaatkan waktu luangnya untuk bekerja sebagai marketing perumahan. “Saya di marketing tidak mendapat gaji bulanan, saya hanya mendapatkan komisi setiap mendapat konsumen,” ujarnya.

Bangun Rumah Orang Miskin. Di usianya yang relatif muda, pemuda yang tak suka merokok ini sudah menuai berbagai keberhasilan. Dari hasil usahanya itu Elang sudah mempunyai rumah dan mobil sendiri. Namun di balik keberhasilannya itu, Elang merasa ada sesuatu yang kurang. Sejak saat itu ia mulai merenungi kondisinya. “Kenapa kondisi saya begini, padahal saya di IPB hanya tinggal satu setengah tahun lagi. Semuanya saya sudah punya, apalagi yang saya cari di dunia ini?” batinnya.

Setelah lama merenungi ketidaktenangannya itu, akhirnya Elang mendapatkan jawaban. Ternyata selama ini ia kurang bersyukur kepada Tuhan. Sejak saat itulah Elang mulai mensyukuri segala kenikmatan dan kemudahan yang diberikan oleh Tuhan. Karena bingung mau bisnis apalagi, akhirnya Elang shalat istikharah minta ditunjukkan jalan. “Setelah shalat istikharah, dalam tidur saya bermimpi melihat sebuah bangunan yang sangat megah dan indah di Manhattan City, lalu saya bertanya kepada orang, siapa sih yang membuat bangunan megah ini? Lalu orang itu menjawab, “Bukannya kamu yang membuat?” Setelah itu Elang terbangun dan merenungi maksud mimpi tersebut. “Saya pun kemudian memberanikan diri untuk masuk ke dunia properti,” ujarnya.

Pengalaman bekerja di marketing perumahan membuatnya mempunyai pengetahuan di dunia properti. Sejak mimpi itu ia mulai mencoba-coba ikut berbagai tender. Tender pertama yang ia menangi Rp 162 juta di Jakarta yaitu membangun sebuah Sekolah Dasar di daerah Jakarta Barat. Sukses menangani sekolah membuat Elang percaya diri untuk mengikuti tender-tender yang lebih besar. Sudah berbagai proyek perumahan ia bangun.

Selama ini bisnis properti kebanyakan ditujukan hanya untuk orang-orang kaya atau berduit saja. Sedangkan perumahan yang sederhana dan murah yang terjangkau untuk orang miskin jarang sekali pengembang yang peduli. Padahal di Indonesia ada 70 juta rakyat yang masih belum memiliki rumah. Apalagi rumah juga merupakan kebutuhan yang sangat primer. Sebagai tempat berteduh dan membangun keluarga. “Banyak orang di Indonesia terutama yang tinggal di kota belum punya rumah, padahal mereka sudah berumur 60 tahun, biasanya kendala mereka karena DP yang kemahalan, cicilan kemahalan, jadi sampai sekarang mereka belum berani untuk memiliki rumah,” jelasnya.

Dalam hidupnya, Elang ingin memiliki keseimbangan dalam hidup. Bagi Elang, kalau mau kenal orang maka kenalilah 10 orang terkaya di Indonesia dan juga kenal 10 orang termiskin di Indonesia. Dengan kenal 10 orang termiskin dan terkaya, akan mempunyai keseimbangan dalam hidup, dan pasti akan melakukan sesuatu untuk mereka. Melihat realitas sosial seperti itu, Elang terdorong untuk mendirikan perumahan khusus untuk orang-orang ekonomi ke bawah. Maka ketika ada peluang mengakuisisi satu tanah di desa Cinangka kecamatan Ciampea, Elang langsung mengambil peluang itu. Tapi, karena Elang tidak punya banyak modal, ia mengajak teman-temannya yang berjumlah 5 orang untuk patungan. Dengan modal patungan Rp 340 juta, pada tahun 2007 Elang mulai membangun rumah sehat sederhana (RSS) yang difokuskan untuk si miskin berpenghasilan rendah. Dari penjualan rumah yang sedikit demi sedikit itu. Modalnya Elang putar kembali untuk membebaskan lahan di sekitarnya. Rumah bercat kuning pun satu demi satu mulai berdiri.

Elang membangun rumah dengan berbagai tipe, ada tipe 22/60 dan juga tipe 36/72. Rumah-rumah yang berdiri di atas lahan 60 meter persegi tersebut ditawarkan hanya seharga Rp 25 juta dan Rp 37 juta per unitnya. “Jadi, hanya dengan DP Rp 1,25 juta dan cicilan Rp 90.000 ribu per bulan selama 15 tahun, mereka sudah bisa memiliki rumah,” ungkapnya.

Karena modalnya pas-pasan, untuk media promosinya sendiri, Elang hanya mengiklankan di koran lokal. Karena harganya yang relatif murah, pada tahap awal pembangunan langsung terjual habis. Meski harganya murah, tapi fasilitas pendukung di dalamnya sangat komplit, seperti Klinik 24 jam, angkot 24 jam, rumah ibadah, sekolah, lapangan olah raga, dan juga dekat dengan pasar. Karena rumah itu diperuntukkan bagi kalangan ekonomi bawah, kebanyakan para profesi konsumennya adalah buruh pabrik, staf tata usaha (TU) IPB, bahkan ada juga para pemulung.

Sisihkan 10 Persen. Dengan berbagai kesuksesan di usia muda itu, Elang tidak lupa diri dengan hidup bermewah-mewahan, justru Elang semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Salah satu wujud rasa syukur atas nikmatnya itu, dalam setiap proyeknya, ia selalu menyisihkan 10 persen untuk kegiatan amal. “Uang yang 10 persen itu saya masukkan ke BMT (Baitul Mal Wa Tanwil/tabungan) pribadi, dan saya alokasikan untuk membantu orang-orang miskin dan orang yang kurang modal,” bebernya. Bagi Elang, materi yang saat ini ia miliki ada hak orang miskin di dalamnya yang musti dibagi. Selain menyisihkan 10 persen dari hasil proyeknya, Elang juga memberikan sedekah mingguan, bulanan, dan bahkan tahunan kepada fakir miskin.

Bagi Elang, sedekah itu tidak perlu banyak tapi yang paling penting adalah kontinuitas dari sedekah tersebut. Meski jumlahnya kecil, tapi jika dilakukan secara rutin, itu lebih baik daripada banyak tapi tidak rutin.

Elang sendiri terbilang sebagai salah satu sosok pengusaha muda yang sukses dalam merintis bisnis di tanah air. Prestasinya patut diapresiasi dan dijadikan suri tauladan bagi anak-anak muda yang lain. Bagi Elang, semua anak muda Indonesia bisa menjadi orang yang sukses, karena kelebihan manusia dengan ciptaan mahkluk Tuhan yang lain adalah karena manusia diberi akal. Dan, ketika manusia lahir ke dunia dan sudah bisa mulai berfikir, manusia itu seharusnya sudah bisa mengarahkan hidupnya mau dibawa kemana. “Kita hidup ibarat diberi diary kosong. Lalu, tergantung kitanya mau mengisi catatan hidup ini. Mau hura-hurakah? Atau mau mengisi hidup ini dengan sesuatu yang bermanfaat bagi yang lain,” ucapnya berfilosof. Ketika seseorang sudah bisa menetapkan arah hidupnya mau dibawa kemana, tinggal orang itu mencari kunci-kunci kesuksesannya, seperti ilmu dan lain sebagainya.

Menjaga Masjid. Adapun kunci kesuksesan Elang sendiri berawal dari perubahan gaya hidupnya saat kuliah semester lima. Pada siang hari, Elang bak singa padang pasir. Selain kuliah, ia juga menjalankan bisnis mencari peluang-peluang bisnis baru, negosiasi, melobi, dan sebagainya. Namun ketika malam tiba, ia harus menjadi pelayan Tuhan, dengan menjadi penjaga Masjid. “Setiap malam dari semester lima sampai sekarang saya tinggal di Masjid yang berada dekat terminal Bogor. Dari mulai membersihkan Masjid, sampai mengunci, dan membukakan pintu pagar untuk orang-orang yang akan shalat Shubuh, semua saya lakukan,” ujarnya merendah.

Elang mengaku ketika menjadi penjaga Masjid ia mendapat kekuatan pemikiran yang luar biasa. Bagi Elang, Masjid selain sebagai sarana ibadah, juga tempat yang sangat mustajab untuk merenung dan memasang strategi. “Dalam halaman masjid itu juga ada pohon pisang dan di sampingnya gundukan tanah. Saya anggap itu adalah kuburan saya. Ketika saya punya masalah saya merenung kembali dan kata Nabi, orang yang paling cerdas adalah orang yang mengingat mati,” ujarnya.

Ikut Lomba Wirausaha Muda Mandiri Karena Tukang Koran “Ghaib”
Elang semakin dikenal khalayak luas ketika berhasil menjadi juara pertama di ajang lomba wirausaha muda mandiri yang diadakan oleh sebuah bank belum lama ini. Keikutsertaan Elang dalam lomba tersebut sebenarnya berkat informasi dari koran yang ia dapatkan lewat tukang koran “ghaib”. Kenapa “ghaib”?, sebab setelah memberi koran, tukang koran itu tidak pernah kembali lagi padahal sebelumnya ia berjanji untuk kembali lagi.

Peristiwa aneh itu terjadi saat ia sedang mencuci mobil di depan rumahnya. Tiba-tiba saja ada tukang koran yang menawarkan koran. Karena sudah langganan koran, Elang pun menolak tawaran tukang koran itu dengan mengatakan kalau ia sudah berlangganan koran. Tapi anehnya musti sudah mengatakan demikian, si tukang koran itu tetap memaksa untuk membelinya, karena elang tidak mau akhirnya si tukang koran itu memberikan dengan cuma-cuma kepada elang dan berjanji akan kembali lagi keesokan harinya. Karena diberi secara cuma-cuma, akhirnya Elang pun mau menerimanya.

Setelah selesai mencuci mobil, Elang langsung menyambar koran pemberian tukang koran tadi. Setelah membaca beberapa lembar, Elang menemukan satu pengumuman lomba wirausaha muda mandiri. Merasa sebagai anak muda, ia tertantang untuk mengikuti lomba tersebut. Elang pun membawa misi bahwa wirausaha bukan teori melainkan ilmu aplikatif. Saat lolos penjaringan dan dikumpulkan di Hotel Nikko Jakarta, Elang bertemu dengan seorang Bapak yang anaknya sedang sakit keras di pinggir jalan bundaran Hotel Indonesia. Elang merasa ada dua dunia yang sangat kontras, di satu sisi ada orang tinggal di hotel mewah dan makan di restoran, tapi di sisi lain ada orang yang tinggal di jalanan. Akhirnya, pada malam penganugerahan, tim juri memutuskan Elanglah yang menjadi juaranya. Padahal kalau diukur secara omset, pendapatannya berbeda jauh dengan para pengusaha lainnya.

Dari Juara I Wirausaha itu, Elang membawa hadiah sebesar Rp 20 juta, ditambah tawaran kuliah S2 di Universitas Indonesia. Melalui lomba itu, terbukalah jalan cerah bagi Elang untuk menapaki dunia wirausaha yang lebih luas.

Ingin Membawahi Perusahaan yang Mempekerjakan 100 Ribu Orang

Perjalanan Elang dalam merintis bisnis properti, tidak selamanya berjalan mulus. Pada awal-awal merintis bisnis ini, ia banyak sekali mengalami hambatan, terutama ketika akan meminjam modal dari Bank. Sebagai mahasiswa biasa, tentunya perbankan merasa enggan untuk memberikan modal. Padahal, prospek bisnis properti sangat jelas karena setiap orang pasti membutuhkan rumah. “Beginilah jadi nasib orang muda, susah orang percaya. Apalagi perbankan. Orang bank bilang lebih baik memberikan ke tukang gorengan daripada ke mahasiswa,” ungkapnya.

Meski sering ditolak bank pada awal-awal usahanya, Elang tidak pernah patah semangat untuk berbisnis. Baginya, kalau bank tidak mau memberi pinjaman, masih banyak orang yang percaya dengan anak muda yang mau memberi pinjaman. Terbukti dengan hasil jerih payahnya selama ini sehingga bisa berjalan.

Ada banyak impian yang ingin diraih Elang, di antaranya membentuk organisasi Maestro Muda Indonesia dan membawahi perusahaan yang mempekerjakan karyawan 100 ribu orang. Motivasi terbesar Elang dalam meraih impian tersebut adalah ingin menjadi tauladan bagi generasi muda, membantu masyarakat sekitar, dan meraih kemuliaan dunia serta akhirat.

Monday, May 26, 2008

Forum Jumat TDA

0 comments

Forum Jumat TDA di hotel sofyan kemarin diisi oleh sharing dari bpk Valentino Dinsi. Beliau membahas mengenai 8 secrets menuju kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat, yang bukunya akan diterbitkan bulan Juli nanti. Beliau membuat buku ini karena setelah membaca buku the secret, merasakan ada kejanggalan dimana didalamnya ada unsur yang mengarah kapitalis dan atheis. Saya sudah menonton beberapa kali video the secret ini, tapi saya lebih mengerti dan lebih mengena, setelah membaca buku Quantum Ikhlas karangan Erbe Sentanu Ditunggu ya bukunya pak..

Sharing selanjutnya diisi oleh pak Hantiar yang baru pulang dari Paris, setelah mengikuti pameran disana. Beliau bercerita mengenai kiat-kiat mengikuti pameran di luar negeri. Produk yang dipamerkan adalah produk yang terbuat dari batik. Sebelumnya saya berpikir bahwa batik itu hanya produk baju batik atau kain batik, ternyata setelah melihat foto2 beliau, produknya bisa bervariasi mulai dari figura foto sampai meja catur batik..wow.Bahkan beliau mendapat undangan lagi untuk mengadakan pameran di Marseille dan Madrid.

Terakhir sharing dari pak Haji Ali mengenai peluang bisnis futsal. Beliau sedang menjalankan bisnis futsal ini untuk membiayai yayasan anak yatim piatu dan anak terlantar, benar-benar inspiring..Yayasan ini sedari awal tidak pernah meminta sumbangan dan tidak pernah menerima sumbangan dari donatur. Futsal ini bisa dikembangkan di mall2 yang bagian atasnya tidak terpakai dan kurang ramai. Nah..disekitarnya dikembangkan juga cafe, klinik herbal, serta olah jiwa...

TDA benar-benar luar biasa...saya senang sekali ikut forum jumat ini, bisa menjadi ajang silaturahmi dan menambah wawasan serta cara berpikir saya.

Thursday, January 31, 2008

Bisnis Prospektif 10 Tahun Kedepan

3 comments

Belum lama INC -media bisnis terkemuka di Amerika, merilis informasi penting bagi para pebisnis. Mereka memproyeksikan bisnis-bisnis yang prospeknya paling menjanjikan hingga lebih dari 10 tahun mendatang.Menempati urutan teratas adalah bisnis yang berbasis internet dengansegala kelebihannya. Otomatisasi bisnis, jangkauan luas, danoperasional yang minim membuat bisnis internet melesat jauh meninggalkan bisnis konvensional.Bayangkan saja, satu perusahaan dengan ratusan karyawan bisa dengan mudah tergantikan oleh jaringan komputer yang siap melayani pelanggan dari segala penjuru dunia 24 jam setiap hari! Tahapan-tahapan marketing, mulai dari promosi hingga pemesanan,semuanya dapat dilakukan melalui internet dengan cepat. Otomatisasi bisnis seperti ini sangatlah mutlak diperlukan di jaman yang serbainstan ini.Termasuk di dalam daftar bisnis berprospek tinggi ini adalah sistem komputer dan jasa yang berhubungan dengannya, jasa software, jasaketenagakerjaan, jasa konsultasi manajemen, ilmu pengetahuan dan teknis, perawatan kesehatan, jasa penasehat keuangan pribadi, jasa perawatan anak, jasa seni, hiburan dan rekreasi, serta industri film.

Sumber: majalah wirausaha dan keuangan

 

:: Life Is a Choice :: | Copyright 2009 Tüm Hakları Saklıdır | Blogger Template by GoogleBoy ve anakafa | Sponsored by Noow!